Faktor Kesalahan Promosi Secara Emosional

Minggu, 14 Oktober 2012

Walaupun promosi juga menjadi salah satu urat nadi dari kemampuan sebuah bisnis dapat terus eksis dan berkembang, namun tidak jarang promosi malah membawa pada kegagalan serta menjadi faktor beratnya biaya yang timbul dan berakibat ekonomi biaya tinggi bagi perusahaan. Keberhasilan promosi yang dilakukan sudah pasti akan memberikan kemajuan bagi bisnis, hingga sampai dengan popularitas brand di masyarakat.

Promosi yang efektif sesungguhnya tidak harus dengan biaya yang besar, hingga melampaui kemampuan dari keuangan perusahaan, namun ketepatan memilih media reklame, gaya dan pesan promosi yang disampaikan, hingga lokasi target propaganda promosi menjadi bagian dalam keberhasilan sebuah iklan.

kesalahan promosi
Seringkali para usahawan dan perusahaan melakukan kegiatan promosi ini hanya dengan emosional saja, tanpa riset dan penentuan target, dan study kelayakan biaya promosi. Jika ini ini terjadi mungkin perusahaan atau bisnis yang dijalankan masuk dalam beberapa faktor yang melakukan kesalahan promosi karena berjalan dengan emosional semata.

1. Meniru gaya promosi perusahaan besar.
Pelaku usaha kadang-kadang memang terpancing untuk menggikuti strategi promosi perusahaan besar tapi tidak cocok dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya. Yang sering dilakukan dengan membangun citra perusahaan yang memakan biaya sangat besar. Contoh paling ekstrim adalah memasang billboard atau baliho dengan ukuran jumbo. Pasang iklan di tv nasional atau bahkan seru-seruan melakukan aktifitas layanan masyarakat.

2. Tidak Paham Emosi Pelanggan
Salam propaganda promosi yang dijalankan, sadar gak kalau promosi yang kita lakukan adalah promosi yang mengedepankan kelebihan produk atau jasa saja dan melupakan emosi pelanggan. Walhasil, akhirnya pelanggan bakalan kurang tertarik dan kemungkinan beralih ke produk lain sangat besar. Pelanggan akan memilih pelayanan yang lebih terjamin .

3. Promosi tanpa riset dan penelitian
hasil yang diharapkan dalam setiap promosi adalah keuntungan penjualan yang besar dan kepercayaan pelanggan. Pelaku usaha harus rajin-rajin membuat evaluasi dan mengamati seberapa efektif strategi yang dilakukan dan mengukur keberhasilan apakah strategi promosi itu berjalan dengan baik atau tidak. Jika pengawasan tidak dilakukan, takutnya malah kita tidak pernah tahu tingkat hasilnya.

4. Pemahaman Promosi yang Minim
Hal lain yang menjadi masalah adalah kurangnya pemahaman tentang tata cara promosi yang efektif dan murah. Kadang pengusaha beranggapan kegiatan promosi Cuma menghamburkan uang, padahal dan harus dipahami, feedback yang diterima tidak sebesar apa yang dikeluarkan.
Pemahaman macam ini yang akhrinya membuat pelaku usaha sedikit memperhatikan strategi promosi dan pelaku usaha memasarkan produknya dengan cara tradisional tanpa dukungan pemasaran yang maksimal.

5. Tidak Sabar dan Ingin Serba Cepat
Mungkin diantara kita juga pernah menginginkan penjualan maksimal dari volume dan omset dengan cara melakukan promosi secara cepat dan instant. Jangan lakukan hal ini karena bertolak belakang dengan kondisi pasar. Pelaku usaha seharusnya melakukan semuanya dengan perlahan dan tahap demi tahap, mulai dari penajaman segmen pasar, menjalin hubungan baik dengan calon pelanggan dan akhirnya memberikan solusi keren bagi pelanggan kita.

6. Promosi Yang Tanpa Konsep dan Tindak Lanjut.
Sangat boros jika promosi yang dilakukan tidak dengan konsep yang baik dan terencana, tagline yang asal jadi, support sistem yang tidak membackup, hingga grafis promosi yang acak-acakan. Ingat promosi bukan hanya bertujuan mempromosikan produk ke masyarakat, tetapi kesiapan melayani dan tanggung jawab purna jual yang sudah tersedia dengan jelas.

Dari keenam faktor yang menyebabkan kesalahan promosi yang dipropagandakan sering terjadi, walaupun ada alasan kesalahan lainnya, namun 6 kesalahan tersebut diatas yang paling umum dan sering terjadi.