Faktor Kesalahan Promosi Secara Emosional

Walaupun promosi juga menjadi salah satu urat nadi dari kemampuan sebuah bisnis dapat terus eksis dan berkembang, namun tidak jarang promosi malah membawa pada kegagalan serta menjadi faktor beratnya biaya yang timbul dan berakibat ekonomi biaya tinggi bagi perusahaan. Keberhasilan promosi yang dilakukan sudah pasti akan memberikan kemajuan bagi bisnis, hingga sampai dengan popularitas brand di masyarakat.

Promosi yang efektif sesungguhnya tidak harus dengan biaya yang besar, hingga melampaui kemampuan dari keuangan perusahaan, namun ketepatan memilih media reklame, gaya dan pesan promosi yang disampaikan, hingga lokasi target propaganda promosi menjadi bagian dalam keberhasilan sebuah iklan.

kesalahan promosi
Seringkali para usahawan dan perusahaan melakukan kegiatan promosi ini hanya dengan emosional saja, tanpa riset dan penentuan target, dan study kelayakan biaya promosi. Jika ini ini terjadi mungkin perusahaan atau bisnis yang dijalankan masuk dalam beberapa faktor yang melakukan kesalahan promosi karena berjalan dengan emosional semata.

1. Meniru gaya promosi perusahaan besar.
Pelaku usaha kadang-kadang memang terpancing untuk menggikuti strategi promosi perusahaan besar tapi tidak cocok dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya. Yang sering dilakukan dengan membangun citra perusahaan yang memakan biaya sangat besar. Contoh paling ekstrim adalah memasang billboard atau baliho dengan ukuran jumbo. Pasang iklan di tv nasional atau bahkan seru-seruan melakukan aktifitas layanan masyarakat.

2. Tidak Paham Emosi Pelanggan
Salam propaganda promosi yang dijalankan, sadar gak kalau promosi yang kita lakukan adalah promosi yang mengedepankan kelebihan produk atau jasa saja dan melupakan emosi pelanggan. Walhasil, akhirnya pelanggan bakalan kurang tertarik dan kemungkinan beralih ke produk lain sangat besar. Pelanggan akan memilih pelayanan yang lebih terjamin .

3. Promosi tanpa riset dan penelitian
hasil yang diharapkan dalam setiap promosi adalah keuntungan penjualan yang besar dan kepercayaan pelanggan. Pelaku usaha harus rajin-rajin membuat evaluasi dan mengamati seberapa efektif strategi yang dilakukan dan mengukur keberhasilan apakah strategi promosi itu berjalan dengan baik atau tidak. Jika pengawasan tidak dilakukan, takutnya malah kita tidak pernah tahu tingkat hasilnya.

4. Pemahaman Promosi yang Minim
Hal lain yang menjadi masalah adalah kurangnya pemahaman tentang tata cara promosi yang efektif dan murah. Kadang pengusaha beranggapan kegiatan promosi Cuma menghamburkan uang, padahal dan harus dipahami, feedback yang diterima tidak sebesar apa yang dikeluarkan.
Pemahaman macam ini yang akhrinya membuat pelaku usaha sedikit memperhatikan strategi promosi dan pelaku usaha memasarkan produknya dengan cara tradisional tanpa dukungan pemasaran yang maksimal.

5. Tidak Sabar dan Ingin Serba Cepat
Mungkin diantara kita juga pernah menginginkan penjualan maksimal dari volume dan omset dengan cara melakukan promosi secara cepat dan instant. Jangan lakukan hal ini karena bertolak belakang dengan kondisi pasar. Pelaku usaha seharusnya melakukan semuanya dengan perlahan dan tahap demi tahap, mulai dari penajaman segmen pasar, menjalin hubungan baik dengan calon pelanggan dan akhirnya memberikan solusi keren bagi pelanggan kita.

6. Promosi Yang Tanpa Konsep dan Tindak Lanjut.
Sangat boros jika promosi yang dilakukan tidak dengan konsep yang baik dan terencana, tagline yang asal jadi, support sistem yang tidak membackup, hingga grafis promosi yang acak-acakan. Ingat promosi bukan hanya bertujuan mempromosikan produk ke masyarakat, tetapi kesiapan melayani dan tanggung jawab purna jual yang sudah tersedia dengan jelas.

Dari keenam faktor yang menyebabkan kesalahan promosi yang dipropagandakan sering terjadi, walaupun ada alasan kesalahan lainnya, namun 6 kesalahan tersebut diatas yang paling umum dan sering terjadi.
Posted by | 23.24
Walaupun promosi juga menjadi salah satu urat nadi dari kemampuan sebuah bisnis dapat terus eksis dan berkembang, namun tidak jarang promos...
Label:

Reklame dan tujuan ber-iklan bagi usahawan.

Berdagang, berbisnis, atau berjualan hanya pasrah menunggu datangnya pembeli, kondisi ini sudah pasti tidak baik. Membuka bisnis dan orang lain tidak mengetahui produk atau jasa apa yang di pasarkan, Tentu hal ini berbahaya. Kita mengenal bahasa penawaran dalam bentuk yang beragam yang disebut dengan iklan.

Promosi merupakan upaya yang sangat penting untuk melakukan pemasaran atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Tanpa terlepas dari berbagai arti, jelas untuk kemajuan sebuah bisnis yang dibangun sudah pasti produk harus terjual kepada konsumen.
Manfaat Beriklan
Apapun langkah dan upaya seorang usahawan untuk menjual produk dan jasa yang mereka jadikan komoditi yaitu dengan Langkah tepat dalam melakukan promosi, jawabannya sudah pasti dengan memasang iklan.

Media periklanan adalah bentuk komunikasi baik langsung maupun tidak langsung yang digunakan untuk mempengaruhi individu untuk membeli produk atau jasa selain itu juga dapat bersifat untuk membujuk calon pelanggan untuk membeli atau mengkonsumsi merek tertentu produk atau jasa.
Pada aplikasinya, media iklan ada dua macam yaitu:

  • media iklan dalam ruang (Indoor advertising) : iklan televisi.radio,surat kabar, majalah maupun
  • media iklan luar ruang (Outdoor advertising) : billboard, banner, spanduk, baliho, neon box, shop sign branding, dll.
Iklan
Media luar ruang adalah media yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan promosi, dengan karakter visualisasi yang menarik perhatian memudahkan orang untuk mengenal suatu produk dan mudah dalam mengingatnya karena biasa ditempatkan di tempat-tempat strategis dan mudah dilihat orang. Dan pastinya biayanya lebih murah.

Berbagai macam contoh media komunikasi visual adalah:

Billboard
Billboard merupakan reklame yang berbentuk bidang yang dapat terbuat dari kayu, logam, fiberglas, kain, kaca, plastik, dan sebagainya yang pemasangannya berdiri sendiri, menempel bangunan dengan konstruksi tetap, dan reklame tersebut bersifat permanen.

Baliho
Baliho merupakan media promosi luar ruang yang digunakan untuk memberikan informasi/promosi jangka pendek mengenai acara (event) tertentu dan pelincuran produk baru atau kegiatan yang bersifat insidentil. Perbedaan baliho dengan billboard terletak pada konstruksinya yang semi permanent.

T- Banner,Umbul-Umbul dan Spanduk
Suatu bentuk media promosi yang sangat efektif dan sering digunakan karena dibanding media promosi luar lainnya T-banner,Umbul-Umbul dan Spanduk lebih terjangkau dan menarik perhatian karena biasa di pasang di suatu tempat yang terpusat namun dengan jumlah yang banyak,namun disisi lain memiliki jangka waktu pemasangan yang relatif pendek

Branding
Branding adalah sebuah proses pengenalan suatu ‘brand’ tertentu sehingga dapat dikenal oleh masyarakat, Branding sendiri biasanya dilakukan seperti: Branding pada mobil/kendaraan umum (iklan berjalan), Branding pada toko, kios atau warung.

Dari paparan diatas, berikut adalah manfaat dan tujuan beriklan, antara lain :
  • Mengingatkan konsumen dan prospek konsumen, mengenai manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Membangun dan mempertahankan identitas perusahaan
  • Meningkatkan reputasi perusahaan
  • Mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak
  • Menarik konsumen baru untuk mengganti konsumen yang hilang
  • Membantu meningkatkan penjualan
  • Mempromosikan dan memperkenalkan bisnis ke konsumen, investor, dan pihak-pihak lainnya
Tujuan beriklan
  • Menciptakan Awareness
  • Membangun Pengetahuan
  • Membangaun Persepsi
  • Pembelian (purchase)
  • Membangun Loyalitas Konsumen
Jika seorang usahawan menginginkan kesuksesan besar dalam memperkenalkan, dan menjual produk dan jasa yang dijadikan bisnisnya, maka jalan keluar yang wajib dilakukan adalah dengan ber-iklan.
Posted by | 05.28
Berdagang, berbisnis, atau berjualan hanya pasrah menunggu datangnya pembeli, kondisi ini sudah pasti tidak baik. Membuka bisnis dan orang ...
Label:

Souvenir media reklame lebih personal

Seringkali kita menerima souvenir dari promosi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, atau produk komoditi tertentu baik di Bank, toko, swalayan, mall, atau lainnya. Terkadang souvenir tersebut seringkali kita berikan kembali kepada orang lain, atau kita letakan dan hilang begitu saja.

Pendekatan promosi dengan sebuah reklame yang berupa media souvenir seharusnya terarah dan lebih personal sifatnya, yang mana target akan menyukainya, menggunakannya sendiri, atau menyimpannya sebagai cinderamata. Namun apa yang terjadi dengan kejadian diatas?

souvenir promosi
Mungkin saja produk yang dijadikan souvenir kurang bermutu, tidak terlalu penting dan sering untuk digunakan, tidak menarik, dan tidak tepat sasaran kepada pengguna yang mungkin tidak memiliki loyalitas kepada perusahaan atau produk yang dipromosikan.

Produk yang umumnya sering dijadikan souvenir seperti : pulpen, agenda, tas, payung, mug, jam dinding, arloji, boneka tertentu, korek api, asbak, t-shirt, dan lain sebagainya. Umumnya tergantung pada produk yang di promosikan, dan pelanggan yang ditargetkan, sehingga tidak jarang promosi dengan media ini menyediakan lebih dari satu produk pilihan souvenir. Sehingga lebih sesuai dengan konten promosi dan tepat pada sasaran promosi.

Sebagai contoh : saat kita memberikan souvenir promosi berupa pulpen yang memiliki qualitas baik, dengan desain yang tepat kepada seorang supervisor atau manager yang pada pekerjaannya sering menggunakan souvenir promosi yang kita berikan, maka promosi tersebut sangat tepat sasaran. Apalagi yang menerima menyukai dan mau menggunakan dalam jangka waktu yang lama.

Atau saat kita berpromosi untuk kalangan menengah keatas, menggunakan media reklame berupa jam dinding dengan qualitas yang bagus, dan desain yang elegan sesuai dengan tema promosi, serta tampak indah dan nyaman untuk di pasang di ruang tamu rumah, kantor, atau lainnya. Saat penerima souvenir bersedia untuk menggunakannya maka program promosi dengan souvenir tersebut akan dianggap berhasil.

Berpromosi dengan media souvenir bukanlah jenis promosi yang berbiaya murah, mengingat pentingnya promosi yang dilakukan berhasil dan tepat sasaran, serta akan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, hingga menimbulkan rasa loyal, fanatisme, atau kebanggaan tersendiri terhadap perusahaan atau produk yang digunakan menjadi kunci sukses berpromosi dengan media reklame souvenir ini.

Jika sebuah bisnis perusahaan atau produk berkeinginan membuat program promosi dengan menggunakan media reklame berupa souvenir, maka buatlah riset terlebih dahulu atau tanyakan kepada konsutan promosi agar program penunjang penjualan ini dapat berhasil dan berfungsi dengan baik.
Posted by | 03.01
Seringkali kita menerima souvenir dari promosi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, atau produk komoditi tertentu baik di Bank, toko, swal...
Label:

Jenis, dan cara kerja reklame sebagai media promosi

Reklame sebagai media promosi periklanan terhadap produk dan jasa, serta perusahaan agar dapat dikenal lebih luas dan mencetak penjualan yang dinginkan, sudah tentu agar dapat melakukan promosi secara efektif perlu mengetahui jenis promosi dan reklame apa yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

pengertian reklame
Agar dalam pelaksanaannya lebih mendapatkan hasil maka dibutuhkan riset dan pengamatan agar target pasar dan penjualan dapat di capai dengan baik. Maka pengetahuan akan periklanan dan jenis reklame dengan cara kerjanya sebagai media promosi dapat kita ketahui sebagai berikut :

1. Fungsi Reklame
  • Mempekenalkan suatu produk pada khalayak atau masyarakat.
  • Agar pembeli lebih tertarik untuk menggunakan produk yang ditawarkan
  • Agar perusahaan produk tersebut banyak keuntungan.
2. Tujuan Reklame

a. Reklame Komersial
Bertujuan memperkenalkan atau menawarkan barang atau jasa kepada masyarakat.
b. Reklame Sosial
Bertujuan untuk memberitahukan atau himbauan kepada masyarakat agar berbuat sesuatu.

3.  Jenis Reklame

a. Reklame Audio
Reklame yang disampaikan lewat suara yang diterima dengan indra pendengaran..
b. Reklame Visual
Reklame yang disampaiakan lewat tulisan dan gambar, baik gambar diam ataupun gambar yang bergerak, yang dapat diterima dengan indra penglihatan.
c. Reklame Audio Visual
Reklame yang disampaikan lewat tulisan, gambar dan suara. Yang dapat diterima dengan indra pendengaran dan penglihatan.

4.   Penyampaian Reklame

a. Melalui Audio
Dalam bentuk reklame tradisional. Tetapi sekarang sudah ada reklame Audio yang modern seperti reklame melalui siaran radio. Melalui siaran radio, pesan atau penawaran dilakukan dengan cara diucapkan atau dibacakan dengan dialog.

b. Melalui Visual
Poster
Merupakan bentuk reklame berupa gambar dan tulisan pada selembar kertas dan ditempel ditempat-tempat umum
Iklan
Jenis reklame yang bentuknya singkat dan dimuat di media cetak seperti koran, tabloid atau majalah.
Plakat
Bentuknya secara visual hampir sama dengan poster, hanya ukurannya saja yang lebih kecil dan biasanya ditempel di tembok atau di pohon-pohon di tepi jalan. Penyajiannya lebih sederhana dibandingkan dengan poster.
Spanduk
Berbentuk selembar kain yang direntangkan melintang di atas jalan raya atau di tepi jalan.  Tulisan pada spanduk lebih sederhana dan mudah dibaca serta dipahami para pemakai jalan atau pengendara kendaraan dapat membacanya tanpa harus  berhenti.
Selebaran
Bentuknya kecil seperti plakat tetapi sudah dilengkapi dengan gambar.  Ciri khas bentuk reklame ini adalah cara menyampaikannya yaitu dengan cara diberikan secara langsung dari tangan ke tangan kepada calon konsumen.  Adapula yang dilakukan dengan cara disebar begitu saja dari mobil sambil berjalan atau dari atas pesawat yang sedang terbang.
Baliho
Bersifat sementara dan ukurannya besar dan diletakkan di tepi jalan-jalan yang strategis.  Dibuat secara semi permanen dengan bambu, kayu, atau pipa besi sebagai penyangganya.  Namun sekarang sudah dijumpai bentuk baliho yang menggunakan media kain atau kertas yang berukuran sangat besar dan ditempelkan pada tempat khusus.
Billboard
Hampir sama dengan baliho karena  berukuran besar, tetapi jenis reklame ini sifatnya lebih permanen karena dipasang dalam waktu yang cukup lama dan ditempatkan diatap atau diatas pertokoan
Buklet
Berbentuk seperti buku karena tulisan dan gambarnya terdiri dari beberapa halaman yang dijilid atau dilipat-lipat.  Informasi yang ingin disampaikan lebih lengkap.
Embalase
Bentuk reklame yang dibuat langsung pada permukaan kemasan barang atau produk.
Mobile
Reklame berbentuk media tiga dimensi yang dapat bergerak.  Baik bergerak sendiri karena tertiup angin (digantung) atau dengan mesin motor penggerak bertenaga batery/ listrik.  Ada juga jenis reklame ini yang menggunakan media balon gas.
Etalase
Reklame tiga dimensi yang terdapat pada ruang kaca di depan-depan toko.  Memamerkan barang yang dijual dengan penataan  yang menarik.  Biasanya menggunakan patung-patung manusia (manequin) untuk memamerkan pakaian yang dijual.
Melalui Audio-Visual   
Iklan yang ditayangkan di televisi, slide atau video klip. Penyampaian reklame dengan media ini dianggap paling berhasil karena menarik dan lebih mudah dipahami orang.
Posted by | 22.13
Reklame sebagai media promosi periklanan terhadap produk dan jasa, serta perusahaan agar dapat dikenal lebih luas dan mencetak penjualan ya...
Label:

Sejarah dan arti reklame atau periklanan

Kalau saat ini kita sering mendengar dan mengetahui jenis-jenis dari reklame yang mendukung dunia promosi, bagaiman teknik dan cara berpromosi dengan memanfaatkan berbagai media reklame yang telah ada dan tersedia. Mungkin ada baiknya jika kita mengenal Sejarah dari Reklame dan Pengertiannya secara umum.

A. Sejarah Reklame
  1. 1950-an : Pada masa ini perusahaan-perusahaan di Indonesia telah mengenal penggunaan logogram dan juga logotype. Meskipun jamu Jakula tidak memiliki logogram dan merk “Jakula” sendiri pun ditampilkan dalam tipografi yang terlalu umum, namun PT. Tenaga Tani Farma yang merupakan produsen Jakula telah mencantumkan logonya pada kemasan logo tersebut.
  2. 1970-an : berbagai perusahaan multinasional merambah ke dalam negeri seperti Coca-Cola dari Amerika, Toyota, Mitsubishi dan Fuji Film dari Jepang dan Singapore Airline dari Singapura. Hal ini dapat mempunyai pengaruh pada produk dalam negeri Indonesia, apalagi bila produk tersebut cukup terkenal dan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Pengaruh yang dapat kita lihat misalnya peniruan logotype “C” pada Coca-Cola pada kerupuk Cakra (lihat kategori “merk yang lain”). Akan tetapi hal ini masih belum dapat dibuktikan relevansinya dengan Jamu Jakula karena kami belum menemukan data apakah ada juga produk serupa yang diimpor dari luar negeri.
  3. Pada masa 1970-an pula bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa penting yang cukup bergengsi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lowongan pekerjaan pada masa tersebut yang menuntut penguasaan bahsa Inggris, meskipun hanya untuk posisi juru uang atau piƱata buku. Pengaruh hal ini dapat terlihat dari tulisan “SPECIAL” pada kemasan Jamu Jakula. Hal ini bisa jadi dimaksudkan untuk menyerukan bahwa ini adalah sebuah produk yang penting dan berkualitas.
B.  Pengertian Reklame

iklan billboard
Secara etimologis kata reklame berasal dari kata "Reclomos", Re artinya ulang, Clomos artinya panggilan atau teriakan, Jadi reklame berarti panggilan yang berulang-ulang.
 
Secara umum reklame diartikan sebagai media propaganda yang berfungsi untuk memperkenalkan dan menawarkan barang dagangan atau jasa agar dikenal oleh masyarakat.

 Secara luas reklame diartikan sebagai suatu karya seni rupa  yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen dengan cara yang menarik sehingga konsumen ingin memiliki, menggunakan atau membelinya.
Posted by | 21.59
Kalau saat ini kita sering mendengar dan mengetahui jenis-jenis dari reklame yang mendukung dunia promosi, bagaiman teknik dan cara berprom...
Label:

Benarkah iklan dan branding itu penting bagi bisnis ?

Judul tersebut diatas sangat menggungah bagi mereka yang awam dan baru saja memulai sebuah bisnis untuk menjadi usahawan, apapun bidang bisnis yang sedang dijalankan, dan berapapun permodalan yang sudah ditanamkan. Tentu sangatlah bijak jika seseorang usahawan menginginkan bisnisnya bisa terus maju dan berkembang lebih baik lagi.

Pernahkah anda berpikir ingin membeli sesuatu yang tidak pernah anda beli sebelumnya namun ketika dihadapkan oleh banyaknya pilihan merk tiba-tiba dibenak pemikiran berkata “Sepertinya produk dengan merek ini bisa menjadi pilihan” seolah-olah benak pernah tahu suatu merek, padahal tidak mengenal dan tidak pernah membeli produk yang dilihat sebelumnya.

berbagai media reklame
Mengapa demikian? Itu dikarenakan branding dan iklan yang kuat dan disajikan pada produk tersebut. Oleh karena itu pembuatan logo/brand itu sangat penting untuk sebuah produk dan perusahaan, tidak bisa hanya dengan asal-asalan saja dalam membuat sebuah brand karena logo dari brand itulah yang diingat oleh para customer baik itu customer saat ini atau customer yang akan datang di kemudian hari. Pembuatan logo yang menarik adalah logo yang mudah diingat dengan perpaduan warna yang harmonis yang sesuai dengan konsep dasar perusahaan.

Atau saat berjalan-jalan, anda menemui sebuah poster, billboard, baliho, dan sejenisnya yang memberikan gambaran ringkas secara visual akan perusahaan atau produk yang ditawarkan. Kadang kala kita mencari suatu produk yang diinginkan, namun sering bertemu dengan iklan yang menawarkan produk sejenis namun dengan merek yang berbeda. Tentu saja hal ini bisa menjadikan pemikiran seseorang berubah akan merek yang dikonsumsi untuk sebuah produk yang diakibatkan dari kekuatan sebuah branding atau iklan dari produk tersebut.

Selain logo, iklan, serta banyak hal juga penting untuk menjaga loyalitas pelanggan kepada sebuah merek, tidak sedikit produk dari merek-merek yang sudah terkenal dan lama yang sudah merasa cukup aman untuk tidak beriklan lagi. Hal ini dapat menyebabkan customer lupa dan ragu akan product tersebut, kadang ketika customer diperhadapkan dengan pilihan bisa-bisa mereka berpikir tentang keberadaan dan memutuskan untuk beralih pada produk lainnya.

Pepsi, Coca Cola, samsung, toshiba, dan merek raksasa lainnya merupakan beberapa perusahaan raksasa yang selalu membuat banyak iklan yang sangat inovatif. Tidak sedikit dari iklan mereka yang tidak boleh ditayangkan karena dianggap terlalu extreme. Walaupun beberapa perusahaan itu sudah sangat besar namun tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan untuk iklan karena mereka tidak ingin dilupakan, mereka merasa ingin selalu exist dan menjadi nomor satu.

Begitupula dengan perusahaan dan produk yang menjadi bisnis rekan usahawan saat ini, mungkin dengan menyisihkan budget yang ada untuk meningkatkan kinerja perusahaan, mengapa tidak dilakukan untuk impian yang lebih besar.
Posted by | 04.25
Judul tersebut diatas sangat menggungah bagi mereka yang awam dan baru saja memulai sebuah bisnis untuk menjadi usahawan, apapun bidang bisn...
Label: